Akibat UU anti trust (monopoli) yaitu Sherman Act pada tahun 1890, dibentuk Standard Oil of New Jersey sebagai holding company membawahi semua perusahaan-perusahaan minyak yang ada. Pada tahun 1909, pengadilan Federal menginstruksikan untuk memecah Standard Oil. Pada tahun 1911, Standard Oil dibagi menjadi 34 perusahaan yang terpisah.

Hingga tahun 1950, Amerika Serikat memproduksikan sekitar 50% produksi minyak dunia. Standard Oil of New Jersey (Exxon), Standard Oil of New York (Mobil), Standard Oil of California (Chevron), Texaco, Gulf, Royal Dutch Shell (Belanda dan Inggris) dan BP (Inggris) kemudian menjadi â€˜majors’ yang dikenal sebagai The Seven Sisters.

Pada tahun 1594, Bangsa Persia berhasil menemukan migas pada kedalaman lebih dari 35 meter hanya dengan menggali mengunakan kekuatan otot tangan sgp prize manusia saja. Hal serupa juga dilakukan di California pada tahun 1850. Migas yang didapat disuling lalu digunakan untuk menjadi bahan bakar penerangan.

Pada rentang tahun 1809 hingga 1859, Eropa dan Amerika Utara mengembangkan pengeboran dengan menggunakan teknik percussion, di mana terdapat aksi penumbukan pada batuan.

Akibatnya, banyak bermunculan sumur – sumur migas yang pertama didunia. Pada tahun 1854, sumur migas di Polandia berhasil berproduksi, hal tersebut tercatat sebagai sumur pertama di Benua Eropa. Sedangkan Benua Amerika berhasil membangun sumur migas pertama di Ontario, Kanada pada tahun 1858.

Pada tahun 1910, musibah pada bidang ini pertama kali terjadi. Yaitu pada salah satu pengeboran migas di Lakeview Gusher mengalami Blow Out. “Blow out artinya, tidak mampunya manusia dalam mengontrol aliran migas yang keluar dari bawah tanah,” jelas Mike. Akibatnya, jutaan barel minyak keluar tak terkendali. Peristiwa tersebut dinobatkan sebagai kecelakaan terbesar dalam sejarah panjang pengeboran migas di dunia.

Namun, pada tahun 1920 – 1940 perkembangan dunia migas mengalami percepatan. Hal tersebut ditunjukkan dengan dimulainya pengeboran off-shore dan perhatian khusus terhadap penanggulangan bencana – becana yang mungkin terjadi dalam eksplorasi.

Kebutuhan energi terus meningkat, sumber daya alam terbatas

Pada puncak kejayaan minyak di Wietze pada tahun 1909, produksi minyak mentah mencapai 113.000 metrik ton dan menutupi sekitar 80% kebutuhan minyak di Jerman. Dibandingkan dengan kebutuhan minyak mentah saat ini, jumlah itu memang terasa sangat kecil. Tahun 2020, Jerman mengkonsumsi hampir 95 juta ton minyak mentah, menurut Asosiasi Gas Alam, Minyak Bumi dan Energi Panas Bumi Jerman.

Dengan perkembangan aktual dan debat tentang ketergantungan energi Jerman dari Rusia, produsen minyak dan gas lokal menekankan, produksi dalam negeri tidak mungkin lagi memenuhi permintaan, karena sumber daya alam yang terbatas.

“Tidak ada yang mengharapkan produksi dalam negeri bisa menutupi kebutuhan, walaupun setiap barel penting” kata Robert Frimpong, Direktur Wintershall Dea Germany, salah satu produsen minyak terbesar di Jerman.

Cara yang paling menjanjikan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas dalam negeri dalam jangka pendek bukanlah dengan mengembangkan lapangan gas dan minyak baru, melainkan dengan mengoptimalkan instalasi yang sudah ada, kata Robert Frimpong.